Minggu, 07 Februari 2021

JODOH

 JODOH

Jodoh dalam KBBI adalah orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dalam memilih --; 2 n sesuatu yang cocok sehingga menjadi sepasang;

Jodoh adalah misteri Illahi

Siapa, kapan, dimana, berapa, sampai kapan?

Memang menjadi pertanyaan bagi setiap insan akan misteri jodoh ini. Jodoh identik dengan pasangan hidup atau belahan jiwa. Konsepsi jodoh dalam agama sebagai berikut :

1.            Jodoh adalah tanda kebesaran Allah

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS Az Dzariyat : 49).

2.            Jodoh adalah pasangan hidup

Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang pasangan pria dan wanita”. (QS An Najm : 45).

“Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3.            Jodoh adalah cerminan diri

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”… (QS. An Nur:26)

“Laki laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki laki yang berzina atau laki laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang orang yang mukmin”. (QS An Nur : 3)

4.            Jodoh mendatangkan rezeki

 “Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak menikah dari hamba hamba sahaya mu yang laki laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka dengan karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya”. (QS An Nur : 32)

5.            Jodoh menentramkan hati

Dan diantara tanda tanda kekuasan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepasanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang”. (QS Ar Rum : 21)

“ Dan orang orang yang berkata : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang orang yang bertaqwa”. (QS Al Furqan : 74).

   “Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan dari padanya Allah menciptakan istri nya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama Nya kamu saling mencinta satu sama lain”. (QS An Nisa : 1)

 

 

 Kajian konsepsi jodoh

Dalam siklus episode kehidupan, setiap perjumpaan yang di dalamnya ada kecocokan, dapat pula kita pahami sebagai jodoh. Begitu pula saat terjadi pernikahan, karena pernikahan dalam Islam itu adalah ikatan yang kuat untuk menyatukan suami-istri. Seperti ungkapan bahwa cinta adalah keputusan untuk bertanggung jawab dalam ikatan suci melalui ridha Illahi.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. An-Nisaa’: 21).

Ketika seseorang menikah, tentulah pasangan itu berjodoh, bagaimanapun keadaan proses dalam berjodoh baik pilihan sendiri maupun djodohkan. Namun, seiring berjalannya waktu, keserasian dalam berjodoh itu pun akan naik turun bahkan menghilang, dan begitu seterusnya. Hal ini sebagaimana iman yang juga naik-turun.

Dalam riwayat at-Tirmidziy: “Benar, sesungguhnya hati itu berada diantara jari-jari Allah, Ia membolak-balikannya sekehendakNya.” (HR.at Tirmidizy dishahiihkan syaikh al-albaaniy dalam shahiih at Tirmidziy)

Sebagaimana kita diminta berdoa agar diberikan ketetapan hati.

 'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik'

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792.

Persoalannya adalah, dalam kedinamisan itu, dalam naik-turunnya iman, hidup, bahkan jodoh, pilihan kita selanjutnyalah yang sebenarnya menjadi kunci. Yaitu, ketika hal-hal tersebut sedang naik turun apa yang kita perbuat? Apakah kita akan mempertahankan jodoh kita atau melepaskan jodoh kita sekiranya sudah tidak terjadi kecocokan. Sebagaimana ungkapan “jodoh adalah hubungan presisi yang berdurasi

Dari ungkapan tersebut dapat dimaknai jodoh adalah hubungan yang tepat (kecocokan) yang dibatasi oleh waktu dapat berpisah karena kematian atau perceraian. Bahkan dapat dimaknai “apakah yang menyudahi pernikahan berarti masa jodohnya habis?” dapat kita jawab, benar bahwa pada titik itu, yang menyudahi pernikahan itu masa jodohnya telah habis, entah keesokan harinya akankah terisi lagi atau bisa rujuk kembali. Begitu pula dengan poligami “apakah yang poligami itu jodohnya banyak?”. Dan, benar pula bahwa seseorang yang poligami itu jodohnya berarti banyak, tapi hanya pada titik itu, entah besok atau lusanya.

 Tanda jodoh

Jodoh memiliki pola unik. Kita banyak mendengar kisah tentang jodoh, mulai berjodoh karena proses lama, jodoh dari pandangan pertama, berjodoh karena keyakinan walaupun belum melihat wajah pasangan, sampai jodoh karena perjodohan. Apapun prosesnya, saat kita dengan rela maupun terpaksa saat sudah melakukan akad nikah berarti pasangan kita adalah jodoh kita.

1) kenali polanya

Sebenarnya dari analisa penulis terdapat pola jodoh yang dapat menjadi proses pembelajaran dan kajian bersama, ini sekedar analisa yang sifat kebenarannya nisbi. Ada 3 pola jodoh yakni sebagai berikut :

a.       Jodoh dimulai dari pandangan pertama

Saat seseorang mengalami vibrasi (getaran) dalam hati dan pikiran untuk segera berjodoh maka akan menarik energi semesta untuk mendekatkan hati yang terpaut segera mendekat (law of atraction). Saat itulah pasangan akan mendekat dan bahkan pada pertemuan pertama akan memunculkan “chemistry” diantara keduanya untuk saling terpaut. Biasanya pola ini terdeteksi saat kapan pertama kali seseorang menaruh hati pada pasangan dan mendapat balasan “rasa” yang sama dari pasangan, walaupun terkadang tidak terungkapkan, dengan bahasa mudahnya “bagaimana model cinta pertama yang terbalaskan” apakah karena saling menaruh rasa pada cinta padangan pertama?” mungkin kondisi ini terjadi saat masih usia anak-anak seperti waktu SD. Jika benar, kemungkinan kelak jodohnya akan memiliki pola yang sama dengan saat jatuh cinta pertama yaitu dengan pola jatuh cinta pada pandangan pertama.  

b.      Jodoh dimulai dari proses

Mungkin saat pertemuan pertama tidak menggetarkan hati, atau sedikit menggetarkan hati dan belum memiliki rasa untuk saling terpaut. Namun seiring waktu dan berproses bersama dapat menumbuhkan benih-benih “rasa” sehingga menimbulkan kenyamanan untuk saling terpaut, akhirnya jatuh hati dan menggetarkan hati. Inilah jodoh karena proses. Hal ini pun akan terulang, bagaimana pola jatuh cinta pertama kita? Saat kita mulai dengan proses kemungkinan kelak akan mendapatkan jodoh dengan pola yang sama yaitu jodoh dimulai dengan sebuah proses untuk menumbuhkan rasa

c.       Jodoh tanpa pola keduanya.

Inilah pola yang unik, bahkan seseorang mendapatkan jodoh bukan karena cinta pandangan pertama dan bahkan tanpa proses untuk menumbuhkan rasa cinta dalam berkomitmen menjalin pernikahan, namun karena seolah kehidupan mengalir begitu saja. Misalnya proses pilihan segera untuk menikah atau perjodohan. Biasanya pola ini seseorang belum mengenali rasa cinta “dalam keterpautan”. Namun memahami wujud cinta adalah pernikahan. Jodoh tanpa pola ini bisa terjadi karena “keadaan, keterpaksaan atau bahkan dengan keyakinan yang kuat”

 Apa yang terjadi di masa lalu? Cobalah untuk memeriksa pola “hubungan atau rasa” yang pernah kita alami di masa lalu dan hubungan dengan konsep jodoh yang kita percaya. Jika kita percaya akan pandangan pertama,  percaya pada proses atau percaya pada sesuatu yang mengalir tanpa pola, periksa kembali apa yang bisa dipelajari dari masa lalu akan menjadi pola jodoh kita kelak.

 2) Menggetarkan hati

jodoh dapat diketahui sudah dekat jika hati bergetar. Akal bisa salah dan akal punya pertimbangan berbeda dengan pertimbangan hati. Tidak ada seorang pun yang luput dari kekurangan yang tidak bisa terjangkau oleh akal. “Tanyalah kepada hati anda. Jika hati bergerak, ketika itu carikan pembenaran untuk akal anda.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Wahai Wabishah, mintalah fatwa pada hatimu (3x), karena kebaikan adalah yang membuat tenang jiwa dan hatimu. Dan dosa adalah yang membuat bimbang hatimu dan goncang dadamu. Walaupun engkau meminta fatwa pada orang-orang dan mereka memberimu fatwa” (HR. Ahmad no.17545, Al Albani dalam Shahih At Targhib [1734] mengatakan: “hasan li ghairihi“).

Al Munawi mengatakan:

“‘mintalah fatwa pada hatimu‘, yaitu hati yang tenang dan hati yang dikaruniai cahaya, yang bisa membedakan yang haq dan yang batil, yang benar dan yang dusta. Oleh karena itu disini Nabi berbicara demikian kepada Wabishah yang memang memiliki sifat tersebut” (Faidhul Qadir, 1/495).

Ibnu Allan Asy Syafi’i mengatakan:

Sabda beliau ‘istafti qalbak‘, maknanya: mintalah fatwa pada hatimu. Ini merupakan isyarat tentang keadaan hati orang yang ajak bicara (Wabishah) bahwa hatinya masih suci di atas fitrah, belum terkotori oleh hawa nafsu terhadap sesuatu yang tidak diridhai Allah, lalu Nabi menjelaskan buah dari meminta fatwa dari hati yang demikian, dan bahwasanya di sana ada jawaban dari apa yang ia tanyakan” (Dalilul Falihin, 5/34).

 3) Kesapadanan (cerminan diri)

Jodoh adalah kesepadanan, Se-kufu’ adalah istilah yang sering disebut dalam pernikahan. Se-kufu’ maksudnya adalah sepadan, sesuai, semisal. Sepadan disini adalah kesepadanan antara calon suami dan calon istri satu dengan yang lainnya, dan kesepadanan yang dimaksud bisa ditinjau dalam banyak aspek. Kadang kala kesesuaian itu bisa dilihat dari fisik, keturunan, pendidikan, dan lain sebagainya. Menurut mazhab Syafi'i berpendapat bahwa sekufu artinya sepadan dalam empat hal yakni kesepadanan nasab, agama, strata sosial (merdeka atau budak), dan pekerjaan.

Dalam Hadist disebutkan,

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung” (HR. Al-Bukhari no. 5090)

“Seorang mukmin tidak mengambil manfaat sesudah takwa kepada Allah, yang lebih baik dibandingkan wanita yang shalihah: Jika memerintahnya, ia mentaatinya; jika memandang kepadanya, ia membuatnya senang; jika bersumpah terhadapnya, ia memenuhi sumpahnya; jika bepergian meninggalkannya, maka ia tulus kepadanya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” HR. Ibnu Majah (no. 1857)

Jumat, 03 Juli 2020

Kata Bijak

  • Berpikir positif akan membuat hidup anda menjadi bahagia
  • Bahagia adalah suatu proses untuk berlabuh ke dalam samudera ketenangan jiwa
  • Jadikan diri anda menjadi orang yang berkarakter
  • Keunikan setiap orang akan menghantarkan rahmat bagi kehidupan
  • Berlabuh dalam kesendirian menghantarkan dalam keabadian



Energi Cair


Suatu hari, seorang teman pulang kerja mengendarai motor, malam hari melewati tengah sawah dan gerimis..
Tiba tiba dikejutkan oleh seorang ibu yang menggendong anak kecil menghentikan laju motor dengan melambaikan tangan...
Sontak dia terkejut ...
bagaimana mungkin ada sesorang ditengah sawah pada malam hari.. sehingga dia sempat berpikir aneh...
Tapi dengan keyakinan dan rasa kemanusiaan..
Dia memberanikan diri untuk menghentikan laju motornya..
Ibu itu kemudian berucap "tolong mas bantu saya" ..
Saya mau menuju ke suatu tempat tapi saya kehabisan uang sehingga saya harus jalan kaki ...."bisa bantu saya" 
ibu yang menggendong anak ini hanya minta uang lima ribu  
saya mau naik angkot... sambil berucap dengan nafas cepat
Dia kemudian membuka dompet, tapi tidak ada uang recehan,
yang ada uang lima puluh ribu....
wah ngga ada recehan ucapnya dalam hati...
ditambah uang tunai dalam dompet tinggal 50 ribu lagi...
Namun akhirnya dia mengikhlaskan dengan memberi uang 50 ribu kepada ibu tersebut.....
Ibu tadi mengucapkan beribu rasa terima kasih
kemudian teman menstarter motor dan meninggalkan ibu tersebut ...

Keesokan harinya tak kalah seru
Masih teman yang sama
Dia tinggal di kost di datangi oleh bapak kost...
Mas tolong bisa bantu, keluarga saya sakit .. 
mas tolong bisa bayar kontrakan untuk 3 bulan ke depan ..
Akhirnya dia mengambil uang di atm untuk membayar uang sewa kontrak untuk 3 bulan mendatang...dan uang di atm telah habis..padahal masih 1 pekan lagi gajian..dan uang untuk hidup 1 pekan kedepan rencana mau pinjam temannya...
Namun.....
Belum sempat meminjam uang....
pada keesokan harinya, pulang kerja melewati jalan yang sama....
Setelah lewat sawah memasuki daerah perumahan tiba tiba ban bocor... dia teringat uang di saku tinggal 10 ribu .....
Dalam hati cukup untuk biaya tambal ban...
kemudian sambil mendorong motor mencari tempat tambal ban akhirnya sampai juga ...
tak disangka ternyata ban sobek dan tidak bisa ditambal kembali
sehingga harus ganti ban....."aduh pakai uang apa ini" terucap dalam hati. 
Apa daya uang sisa 10 ribu ngga akan cukup untuk biaya ganti ban. Sambil berupaya merogoh semua saku ....
memang hanya ada uang 10 ribu ......gimana ya uang pasti kurang untuk beli ban baru..... 
Mengulangi lagi merogoh semua sakunya.....
tak disangka di bagian saku belakang ada uang 50 ribu dalam keadaan terlipat rapi...sampai kecil
sungguh ajaib bukan! 
tidak mungkin kata teman saya ada uang segitu dalam keadaan terlipat rapi lagi
inilah keajaiban...

Pernah kah kita mengalami hal yang mirip....?
Dashyatnya keyakinan ...
kita yakini baru kita buktikan...
itulah konsep keyakinan...
kita memberi....
kita akan mendapatkan .....

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…”(Q.S: al-Isra’: 7)

"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". [An-Nahl/ 16: 97]

Keraguan cinta


Seorang pemuda perantau menjalani rutinitas kerja di ibukota
mobilitas kerja Jakarta - Tangerang menjadi santapan setiap pekan
mengendarai bus Cimone - Kampung melayu...
suatu hari ada peristiwa yang tak biasa...
pada waktu malam perjalanan pulang dari Tangerang ke Jakarta 
pemuda perantau yang duduk dalam bus memandang riuhnya jalanan metropolitan 
sesaat bus berhenti untuk menaikkan penumpang....
seorang gadis tampak naik dan berdiri di deretan depan, maklum bus dalam kondisi penuh sesak
pemuda ini menatap wajah polos si gadis, tanpa disangka mata indah gadis ini juga mengarah ke tatapan yang sama,....
hanya sekali pandangan  .....
cukup sekali ...karena pandangan kedua bisa berbahaya bagi hati....
Akhirnya
bus hampir sampai di tempat tujuan namun gadis ini turun 
pemuda itupun juga turun di tempat yang sama...
Apakah suatu kebetulan?
sudahlah .....
tak ada yang spesial.....
tetapi, sesaat turun dari bus 
tatapan mata saling bertemu kemudian si gadis tersenyum...
seperti mendapat angin segar, pemuda ini memberanikan diri untuk bertanya ....
mbak mau kemana? 
gadis ini menjawab ke pondok kopi mas....aaduh ...jawab pemuda dalam hati (kenapa ngga satu tujuan yang sama)
Baru satu kalimat terucap tiba tiba bus menuju pondok kopi datang .....
selamat tinggal terucap dalam hati ......
terasa ada vibrasi yang berbeda dalam hati, entah kekaguman, kepolosan ataukah cinta pandangan pertama  ...
Tapi yang pasti ada "chemistry"

pemuda tersebut akhirnya tergerak untuk melakukan hal diluar logikanya.... 
apa kira-kira yang di lakukan pemuda ini?
seiring kedatangan metromini menuju pondok kopi gadis ini pun naik ....
pemuda inipun juga naik metromini yang sama padahal seharusnya tujuannya berbeda
...
Tentunya malam sudah larut dan badan terasa lunglai, ingin rasanya merebahkan raga.....
namun apa kata hati.....
seharusnya naik angkutan tujuan lain tetapi justru naik angkutan yang sama dengan gadis ini...
inilah rasa di luar logika.....kalau keinginan sudah membara
apa yang spesial ? untuk apa ? 
tak tau ..........
dan tak pasti.......
Hanya mengikuti kata hati....
kemudian pemuda tersebut duduk di belakang
bangku yang kosong tinggal itu...
bangku yang sama dengan gadis ini, 
pemuda tersebut memberanikan diri membayari ongkos naik bus metromini si gadis ini 
cukup murah kurang lebih 2000 rupiah 
hanya sesaat tak lama mungkin 5 menit di dalam metromini......
karena jika lama maka akan melaju jauh dan semakin jauh dari tempat persinggahan pemuda tersebut
cukup mananyakan nama dan tempat kerja ......
gadis ini menjawab ........ 
Sarah (seorang gadis keturunan sunda dan jawa) dan bekerja di Toko Buku Kharisma.......
pemuda ini kemudian turun.....
selamat tinggal ......
selamat malam.....
kemana engkau kini ....
karena keraguan cinta ...
menyelimuti hati ....

---------Jodoh adalah hubungan presisi yang berdurasi---------

Kamis, 02 Juli 2020

Survival Rate

Kapan kematian kita?
Merupakan misteri dalam kehidupan

Namun bagaimana jika secara medis kematian sel penyusun tubuh kita bisa diprediksi...
Overall survival atau disebut survival rate adalah kemungkinan seseorang untuk bertahan dalam periode waktu tertentu. Biasanya dipergunakan di dunia medis untuk mendiagnosis seseorang dari penyakit yang mematikan.

Ini adalah kisah nyata
Seorang tetangga di kampung menderita suatu penyakit
Hasil rontgen thoraks menunjukkan gangguan efusi pleura (selaput paru)
Namun apa penyebabnya? Masih menjadi diagnosis lanjut
Sampai satu bulan di rawat di rumah sakit
hasil analisis sampel laboratorium lanjutan belum keluar...
Akhirnya lebih dari satu bulan hasil labaratorium keluar juga...
Wah kok lama? ternyata uji sampel butuh diagnosis dari laboratorium biogenom (set kromosom) di Jakarta..
Pantas hasilnya lama... pikir saya 'mungkin di rumah sakit ini tidak ada alat untuk mendeteksi kerusakan atau gangguan di level DNA/kromosom'.
Waktu menjenguk beliau dsi rumah sakit, saya ditunjukkan secarik kertas hasil laboratorium oleh keluarganya...
Data diagnosis menunjukkan "delesi kromosom ke ....(maaf kelupaan angka berapa)"
apa itu delesi kromosom? delesi adalah kerusakan kromosom (pembawa sifat) dengan patahnya lengan kromosom...
kok mengejutkan sekali? 
sampai-sampai terjadi kerusakan sampai tingkat molekuler....
Yang mengejutkan adalah dampaknya ....
Overall survival 23 month..
Sel paru-paru mengalami kanker stadium 4 sampai dan diprediksi sel paru-paru hanya akan berumur sampai 2 tahun kurang 1 bulan....
jika paru-paru tidak berfungsi dalam waktu 2 tahun lagi maka secara medis tubuh akan kehilangan jiwanya....
Pertanyaannya adalah?
Bagaimana jika kita yang mengalami?
bagaimana jika kita divonis akan meninggal dalam 2 tahun lagi?
apa yang akan kita lakukan?
pasrahkah dengan takdir yang mungkin sudah ditentukan?
Atau ikhtiar semampu kita untuk mengubah vonis medis?
Tentunya harus senantiasa ikthiar dan tawakal melalui doa-doa terbaik yang dipanjatkan pada sang Khalik....

lanjut ke cerita .....
Saya coba search data penyakit ini dalam jurnal medis di halaman pencarian ...........
Ternyata dengan teknik kemoterapipun umumnya pasien hanya akan bertahan hidup sampai 2 tahun
Pertanyaannya adalah ....
Bagaimana jika anda tau?
Terlepas dari dokter mengatakan dampak penyakit pada keluarganya atau tidak?
Apakah yang anda bisa lakukan terhadap tetangga anda yang sakit?
..........

Akhirnya beliau kini sudah tiada...
Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT.. Aamiin
Tak sampai 20 bulan semenjak di vonis kanker beliau sudah tiada....

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati...."(Ali Imron 185)

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’ : 78).

“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Luqman: 34)

“Sering-seringlah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu KEMATIAN, karena tidaklah seseorang mengingatnya dalam kesempitan hidup melainkan akan melapangkannya dan tidaklah seseorang mengingatnya dalam keleluasaan hidup melainkan akan mempersempitnya.” (HR. Baihaqi, Ibnu Hibban dan Bazzar, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, hadist nomor 1222).

Cukuplah kematian sebagai nasehat.....

Dari Abdullah, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis segi empat, dan Beliau membuat garis di tengahnya keluar darinya. Beliau membuat garis-garis kecil kepada garis yang ada di tengah ini dari sampingnya yang berada di tengah. Beliau bersabda,”Ini manusia, dan ini ajal yang mengelilinginya, atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah-musibah. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya.” [HR Bukhari].



 Ketegasan Cinta 20 tahun yang lalu saya jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang akhwat jelita yang baru lulus SMA, cantik, berhijab...